Monday, September 23, 2019

Kosakora, Tempat Kemping dengan Panorama Pantai Ngrumput Gunungkidul

Pemandangan Bukit Kosakora

Gunungkidul merupakan surganya pantai di wilayah Yogyakarta. Birunya lautan dan deburan ombak yang mengalun lantang sangat indah dinikmati dari setiap bibir pantainya.

Namun tak hanya pantai, karakteristik pegunungan seribu yang membuat alam Gunungkidul berbukit-bukit menjadikan lokasi ini memiliki pula spot-spot yang cukup elok untuk menyaksikan indahnya panorama laut selatan dari ketinggian.

Salah satu spot yang menarik untuk dikunjungi wisatawan adalah Bukit Kosakora. Bukit ini berada persis di atas Pantai Ngrumput Gunungkidul. Untuk mencapai ke sana pengunjung diharuskan berjalan kaki dari parkiran menuju ke Pantai Ngrumput, menaiki tangga kayu, dilanjutkan dengan mendaki menuju bukit.

Di mata wisatawan, Kosakora lebih dikenal sebagai area kemping. Hampir setiap hari selalu ada pengunjung yang mendatangi tempat ini untuk mendirikan tenda. Lokasi bukit yang memiliki area datar cukup luas, menjadikan lokasi ini ideal untuk berkemah.

Setiap sore menjelang, momen melihat mentari pelan-pelan pulang ke peraduan menjadi hal yang dinanti para pengunjung. Lingkaran bulat matahari yang tenggelam di birunya laut selatan menampilkan pesona sore yang tak terlupakan.

Eloknya pemandangan sore inila yang membuat wisatawan sebaiknya datang ke Kosakora sebelum waktu terbenamnya matahari.

Saat malam beranjak, Kosakora kembali menghadirkan pesona. Dari atas bukit ini, bintang gemintang terlihat terang meski hanya dipandang dengan mata telanjang. Kosakora juga menjadi lokasi ideal untuk para pemburu foto bima sakti.

Menurut penuturan penjual warung yang bermukim di Bukit Kosakora, dahulu bukit ini tidak banyak dikenal orang. Hanya sebuah bukit yang dulunya sering dipakai untuk merumput warga sekitar saat mencari pakan ternak.

Hal ini pula yang menjadikan pantai di bawah bukit disebut Pantai Ngrumput. Karena kawasan sekitar Pantai Ngrumput maupun bukit Kosakora sering digunakan untuk merumput.

Nama Kosakora tercetus saat ada beberapa pecinta alam yang datang ke sana kemudian mendirikan tenda. Para pecinta alam tersebut tidak membawa apapun sebagai bekal di tasnya, hanya tersisa selembar koran yang kemudian membuat nama Kosakora tercetus.

Kosakora, merupakan akronim dari Koran sak lembar, kopi ora ono. Kalimat bahasa Jawa yang berarti koran satu lembar, kopi tak ada.

Datanglah ke bukit ini sekitar pukul 15.00 WIB. Selain tidak terlalu panas, ini saat yang tepat untuk Anda mempersiapkan tenda sembari menunggu matahari tenggelam.

Tips berikutnya, jika Anda tidak ingin keberatan membawa tenda, Anda bisa menyewa tenda pada Ibu penjual warung yang ada di bukit. Harga sewa tenda berkisar antara Rp 60.000- Rp 70.000.

Kota Depok Gak Cuma Macet, Ini 5 Tempat Asyik Buat Santai...

Penampakan alun-alun Kota Depok Tahap I di Grand Depok City, Depok, Jawa Barat, Rabu (19/6/2019). Pemerintah Kota Depok menganggarkan Rp 50,2 miliar untuk pembangunan alun-alun Depok tahap II.

Bagi kamu yang tinggal di Depok, kemacetan mungkin jadi sahabat sehari-hari. Jalan Raya Margonda, Jalan Raya Sawangan, Jalan Akses UI adalah sejumlah jalan yang menjadi langganan macet.

Namun, ternyata ada beberapa tempat wisata yang ada di Depok yang tentunya bakalan asyik untuk dipakai bersantai bersama keluarga dan orang-orang tersayang. Jangan lupa pakai kendaraan umum supaya gak macet ya.

1. Taman Pemuda Pratama

Berada di taman ini, kamu bisa bersantai sembari mengajak mengajak anak-anak bermain di area pasir putih dan di fasilitas bermain lainnya. Ada wahana yaknipaintball,playground, kolam renang,archeryatau panahan, dan taman kelinci yang bisa dinikmati.

Lokasi taman ini berada di di Jalan Sairin, RT 001 RW 011, Kelurahan Tanah Baru Beji, Depok.

Tak hanya bermain, anak-anak mendapatkan edukasi atau pelajaran yang bisa diperoleh saat bermain. Di taman ini, anak-anak bisa belajar panjat tebing khusus anak-anak untuk melatih motorik mereka.

Ada pula taman kelinci bagi anak-anak untuk bermain dan sekedar ingin memberi makan hewan lucu tersebut.

2. Taman Lembah Mawar

Dilengkapi saung-saung yang bisa digunakan warga untuk berkumpul dan piknik. Taman ini pas untuk bersantai bersama orang-orang tersayang saat libur tiba maupun sore menjelang.

Di Taman Lembah Mawar, kamu bisa menikmati fasilitas WiFi gratis dari Pemerintah Kota Depok.

Bagi kamu yang hendak bawa anak-anak, tidak perlu khawatir lantaran terdapat ayunan, perosotan, dan beberapa alat olahraga luar ruangan yang membuat si anak nyaman.

Taman yang terletak di Jalan Bangau, Pancoran Mas, Depok, tepatnya di depan SMPN 2 Depok.

3. Alun-alun Depok

Bersantai bersama keluarga di Depok, bisa pula dilakukan di Alun-Alun Kota Depok.

Meski belum rampung keseluruhan pembangunannya, di Alun-alun Depok ini, warga bisa olahraga bersama keluarga.

Terdapat lapangan bola basket, futsal, dan sejumlah alat jogging outdoor yang dapat digunakan.

Alun-alun ini juga memiliki taman yang asri yang dapat digunakan masyarakat untuk berleha-leha sambil mengawasi anak-anak bermain.

Sunday, September 22, 2019

[KLARIFIKASI] Daftar Menu di Kelas Bisnis Garuda Pakai Tulisan Tangan

Unggahan akun instagram @rius.vernandes mengenai kartu menu kelas bisnis maskapai Garuda Indonesia yang disebut hanya ditulis tangan. Screenshot diambil pada Minggu (14/7/2019).

- Sebuah unggahan di Instagram Story seorang pengguna Instagram, @rius.vernandes, viral di media sosial.

Ia membagikan foto daftar menu makanan kelas bisnis di maskapai penerbangan, Garuda Indonesia, yang menggunakan tulisan tangan.

Unggahan ini dibagikannya pada Sabtu (13/7/2019).

Adapun pihak PT Garuda Indonesia Tbk membantah bahwa foto yang beredar merupakan foto menu di kelas bisnis Garuda Indonesia.

Berdasarkan foto yang tersebar, tertulis menu seperti Appetizer, Main Course, dan Dessert.

Akun @rius.vernandes menuliskan, menu tersebut dibagikan pada penerbangan kelas bisnis Garuda Indonesia relasi Sydney-Denpasar.

"Menu yang dibagiin tadi di Business Class @garuda.indonesia tadi dari Sydney-Denpasar. Menunya masih dalam proses percetakan, pak," tulis Rius dalam unggahannya.

Untuk mengklarifikasi informasi ini, seperti pada pemberitaan Kompas.com, Minggu (14/7/2019), VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan membantah jika kartu menu tulisan tangan yang diunggah Rius Vernandes merupakan kartu menu milik Garuda Indonesia yang sengaja dibagikan untuk penumpang kelas bisnis.

"Jadi sebenarnya itu bukan (kartu menu). Kita punya kartu menu, cuma yang difoto itu catatan awak kabin pribadi. Itu kan tulis tangan, catatan pribadi awak kabin. Nah pertanyaannya kenapa dia share itu sebagai kartu menu, begitu," ujar Ikhsan kepada Kompas.com, Minggu.

Adapun pihak Garuda Indonesia telah mengklarifikasi hal ini kepada yang bersangkutan. Namun, pihaknya belum mendapat keterangan pasti mengenai asal kartu menu yang ditulis tangan itu.

"Enggak tahu dari mana dia dapat. Dan kalau misalnya itu kartu menu kan harusnya penumpang lain juga, tapi enggak ada yang lain share. Itu juga jadi pertanyaan kami dari mana dia dapat itu dan mengapa dia share," ujar Ikhsan.

Pihak Garuda Indonesia meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dan memastikan bahwa pihaknya telah menyediakan kartu menu sesuai standar kelas bisnis.

Selain itu, Rius Vernandes juga mengunggah foto yang menunjukkan ruang customer service milik Garuda Indonesia.

Ia menyebutkan, pihak Garuda Indonesia telah meminta maaf.

"Intinya Garuda Indonesia minta maaf soal ini. Aduh asli gue juga enggak marah atau gimana. Gue cuma sedang menjalankan job gue sebagai reviewer pesawat. Share apapun yang terjadi di pesawat, gitu doang," tulis Rius.

Gaet Wisatawan, Sanggar Bliran Sina Maumere Luncurkan Paket Agrowisata

Sanggar Bliran Sina Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan paket agrowisata untuk menggaet perhatian para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sanggar Bliran Sina Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan paket agrowisata untuk menggaet perhatian para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ketua Sanggar Bliran Sina, Yosef Gervasius menjelaskan paket agrowisata itu merupakan inovasi baru untuk menggaet para wisatawan agar tertarik berkunjung ke sangggar yang sudah go international itu.

"Selama ini yang ada kan paket wisata budaya. Kita luncurkan paket agrowisata ini supaya wisatawan tidak bosan dan jenuh saat berkunjung. Setelah nikmati agrowisata, wisatawan bisa lanjut dengan wisata budaya. Jadinya kan wisatawan bisa bertahan satu hari penuh di sanggar ini," ungkap Yosef kepada Kompas.com, Kamis (20/6/2019).

Ia menjelaskan, di paket agrowisata itu, wisatawan bisa menikmati buah-buahan segar yang dipetik langsung di pohonnya.

"Buah-buahan yang ada di kebun ini, ada kelapa, kakao, dan salak," kata Yosef.

Ia melanjutkan, wisatawan yang berkunjung juga bisa menanam pohon pala di kebun wisata sanggar Bliran Sina. "Kita sudah siapkan bibitnya di kebun," katanya.

Menurut Yosef, selain menanam dan menikmati buah-buahan, wisatawan juga bisa menyaksikan para petani yang sedang mencangkul tanaman di kebun wisata tersebut.

"Tarif paket wisata ini Rp 3 juta. Itu mereka nikmati buah di kebun sepuasnya dan bisa bawa pulang untuk ole-ole orang rumah," kata Yosef.

"Tadi beberapa wisatawan dari Jakarta, mereka sangat senang dan mereka punya rencana 5 tahun lagi datang lihat yang sudah tanam tadi di kebun," sambungnya.

Yosef menjelaskan, saat ini Sanggar Bliran Sina bekerja sama dengan Sekolah Pariwisata salah satunya SMK Budi Luhur Maumere. Kerja sama itu bertujuan agar generasi penerus bisa belajar mencintai budaya daerah Kabupaten Sikka.

"Visi dan misi kami mengembangkan budaya di daerah ini dan harus diwariskan kepada generasi muda. Mereka adalah satu-satunya harapan bagi kita untuk mewariskan budaya. Mereka di pariwisata itu adalah generasi penerus kita. Kita sudah tua nanti, mereka yang lanjut. Kita memotivasi mereka untuk belajar mencintai budaya," ujar Yosef.

Ia berharap, kerja sama dengan sekolah pariwisata bisa melahirkan generasi muda Kabupaten Sikka yang mencintai budaya yang diwariskan nenek moyang.

"Kita kenalkan budaya kepada anak-anak. Mereka juga harus bisa mempraktikkan setiap budaya agar bisa diwariskab dari generasi ke generasi nantinya," tambah Yosef.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Wisata Hits Dusun Semilir Bawen

Dusun Semilir Eco Park di Bawen dengan Arsitektur yang Unik.

Saat ini ada alternatif tempat wisata baru yang bisa kamu kunjungi di daerah Bawen, Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Dusun Semilir Eco Park adalah nama tempat wisata Instagramable itu.

Memiliki arsitektur bangunan yang unik seperti stupa Candi Borobudur, wisata Dusun Semilir langsung menghiasi postingan berbagai media sosial seperti Instagram yang bertemakan wisata Jawa Tengah.

Dusun Semilir pun mampu mengundang rasa penasaran masyarakat dalam waktu singkat. Meski baru dibuka pada akhir Mei 2019 lalu dan baru selesai tahap pertama, sudah ada puluhan ribu orang yang berkunjung ke sana.

Jika kamu turut penasaran dan ingin berkunjung ke Dusun Semilir Eco Park, ini dia aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sana:

Berfoto merupakan aktivitas wajib sebagian besar pengunjung yang datang ke Dusun Semilit ini. Keunikan dan kemegahan desain interior dan eksteriornya memang sangat pas untuk obyek atau lataer berfoto.

Bahkan, mungkin kamu sudah akan mengeluarkan perangkat kamera sebelum sampai lokasi. Hal itu karena bangunan megah nan unik Dusun Semilir sudah terlihat dari jalan utama Semarang-Bawen.

Begitu masuk ke dalam, seolah tanganmu akan sulit berhenti untuk memotret. Kemegahan dan keunikan masih tersahi di hadapanmu. Ada banyak obyek menarik untuk dijepret atau untuk latar belakang selfie.

Terus berjalan ke belakang, kamu akan sampai di Jembatan Senggol yang terbuat dari kayu dengan arsitektur nan unik. Rasanya sulit jika menyusuri jembatan ini tanpa berfoto, saking Instagramable-nya.

Dusun Semilir ternyata bukan hanya untuk obyek atau latar belakang foto semata. Di sini kamu juga bisa bersantap dengan nikmat. Saat berjalan di spot Jembatan Senggol, kamu juga akan disuguhkan dengan berbagai penjual kuliner di kanan-kiri jalan.

Jika ingin makan berat, kamu bisa melakukannya di Foodcourt Sepoi-sepoi yang berada di ujung Jembatan Senggol. Berbagai macam kuliner bisa kamu nikmati seperti Jamblangan, soto sapi, tahu Bandungan, gado-gado, dan beraga sajian es.

Jangan Salah! Candil dan Biji Salak Terlihat Mirip tetapi Beda

Kuliner biji salak dengan kuah santan dan gula merah.

Makanan manis khas Nusantara candil dan biji salak punya bentuk yang sangat mirip. Keduanya berbentuk bulat, berwarna cokelat, disantap dengan gula merah dan santan. Meskipun tampak mirip, sebenarnya candil dan biji salak terbilang berbeda.

"Biji salak berasal dari kuliner Betawi, terbuat dari bola-bola ubi jalar yang dicampur dengan tepung tapioka kemudian direbus," jelas Pemerhati Kuliner Indonesia, peneliti pangan UGM, dan penulis buku kuliner Prof. Dr. Murdijati Gardjito dihubungi KompasTravel, Kamis (27/6/2019).

Beda dengan biji salak, candil berasal dari daerah Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Candil terbuat dari campuran tepung beras ketan dan air yang dibuat bulatan kemudian direbus. Jadi bisa disebut jika candil yang benar tidak ada campuran ubi jalar.

Untuk kuah, biji salak biasanya disantap bersama gula kelapa dan disiram santan kelapa. Sedangkan kuah candil biasanya dibuat dari bumbu gula kelapa dan diberi daun pandan untuk memberi aroma khas. Sama dengan kuah biji salak, kuah candil juga diberi santan kelapa masak yang kental.

Tak jarang candil juga disajikan dengan bubur sumsum sehingga menambah rasa gurih dan tekstur yang unik.

"Bubur candil juga terdapat di Bali disebut jaje batun bedil, sedangkan di Sulawesi disebut katiri mandi," jelas Murdijati.

Hal yang menarik, jika menyantap biji salak atau candil di Jakarta, keduanya bisa mengalami bias nama. Dari perngalaman KompasTravel, seringkali saat membeli biji salak justru tidak terbuat dari ubi jalar tetapi hanya tepung tapioka atau tepung beras ketan.

Saat membeli bubur candil yang disajikan justru bubur sumsum yang diberi biji salak. Inilah yang pada akhirnya membuat kedua makanan yang mirip ini sering tertukar.

Menikmati Keheningan Nyepi di Radha Phala Ubud

Kamar di Radha Phala Ubud

Menepi sejenak dan seakan menyatu dengan alam saat perayaan Nyepi tiba. Malam hari begitu gelap karena lampu dan penerangan lainnya tak boleh dinyalakan. Inilah momen tepat untuk menikmati langit penuh bintang, tampak jelas saat cuaca cerah dan tanpa polusi sinar.

Sekitar satu dekade yang lalu, wisatawan biasanya tak datang ke Bali saat Nyepi. Namun beberapa tahun belakangan, wisatawan sengaja datang ke Bali saat Nyepi untuk merasakan keheningan seharian. Turis datang untuk bisa merasakan satu hari penuh tanpa listrik, dalam kegelapan, dan keheningan.

Inilah momen langka karena satu-satunya di dunia dan hanya terjadi di Bali. Beberapa hotel pun melirik hal ini dengan membuat paket wisata Nyepi. Umumnya paket berupa menginap, sarapan, makan siang, dan makan malam.

Jika Anda ingin mendapatkan suasana Bali yang tidak terlalu ramai dan ketika Nyepi tiba, suasana gelap khas pedesaan masih terasa, maka bisa pilih penginapan di Ubud. Secara lokasi, Ubud terbilang di tengah-tengah Bali, sehingga mudah untuk berpergian ke daerah-daerah lain.

Misalnya seperti Radha Phala yang berada di Desa Kumbuh, Ubud. Jika ada yang bilang Ubud sudah ramai, nyatanya ada beberapa desa yang masih menawarkan keasriannya. Radha Phala berada tepat di tengah-tengah persawahan. Jadi keluar dari area hotel, maka pemandangan yang dominan adalah sawah serta rumah-rumah warga setempat.

Bangunan dengan konsep cottage tersebut memungkinkan area luar ruangan hadir dalam ukuran yang luas. Jadi saat malam hari Nyepi, keluarlah sejenak. Di saat langit cerah dan karena sekelilingnya begitu gelap, bintang-bintang tampak begitu banyak dan terlihat jelas.

Untuk paket Nyepi, menurut Ketut Sumartono dari Radha Phala Resort, paket yang ditawarkan adalah Rp 2,1 juta sudah termasuk dua malam menginap di Super Deluxe Room, set menu makan siang dan set menu makan malam saat 7 Maret 2019, serta afternoon tea. Paket berlaku untuk menginap pada tanggal 6-8 Maret 2019.

"Paket Nyepi ini sudah ada dari tiga tahun lalu. Hotel kami baru tiga tahun," ungkap Ketut kepada KompasTravel.

Radha Phala Resort juga menyediakan berbagai aktivitas budaya khas Bali. Ini cocok untuk tamu yang ingin menyelami budaya Bali lebih dalam. Misalnya aktivitas belajar menari tari tradisional Bali, aktivitas gamelan Bali, serta belajar Mejejaitan atau membuat sajen khas Bali. Pilihan lain yang tak kalah seru adalah kelas memasak masakan Bali dan trekking ke pedesaan.

Ada 24 kamar tipe super deluxe yang tersedia di resor ini. Tersedia pula kamar yang saling terhubung sehingga cocok untuk tamu keluarga maupun kelompok. Desain cottage dominan dengan bebatuan alam dan kayu, serta atap rotan dan membuat setiap kamar nuansanya begitu alami dan hangat.

Setiap kamar dilengkapi kamar mandi dengan bathtub dan shower. Ada pula televisi, pendingin ruangan, dan mini bar. Fasilitas hotel lainnya adalah kolam renang lengkap dengan kolam renang untuk anak-anak, serta restoran.