Thursday, September 5, 2019

Simak Tips Liburan Keluarga Nan Edukatif ala The Baldys

The Baldys, sebutan untuk keluarga pasangan Baldy, Nola B3, dan ketiga anaknya yang bernama Naura, Neona, dan Bevan.

The Baldys adalah sebutan untuk keluarga pasangan selebritis Baldy dan Nola B3, serta ketiga anaknya yang bernama Naura, Neona, dan Bevan.

Tak hanya karena keluarga artis, The Baldys juga populer karena kekompakannya saat melakukan liburan keluarga atau family trip ke sejumlah tempat di dalam maupun luar negeri. Berbagai momen kebersamaan tersebut kerap dibagikan dalam akun instagram keluarga @thebaldys.

Menurut Baldy, liburan bersama keluarga bukan semata-mata aktivitas yang sengaja dibuat untuk menghabiskan waktu liburan dan menghamburkan banyak biaya. Baginya, family trip juga memiliki banyak fungsi edukatif bagi anak-anak asal dilakukan dengan benar.

Berikut ini tips family trip nan edukatif menurut The Baldys.

Baldy menyebut, nilai edukatif dalam sebuah perjalanan bahkan dimulai dari proses persiapan. Menurutnya, pergi berlibur dengan tiga orang anak dengan barang yang tentunya akan sangat banyak menjadi tantangan tersendiri.

Bawa anak kan ribet, banyak bawaan. Tapi sebelum berangkat aku udah bikin komitmen bahwa mereka udah mulai gede, harus urus barangnya sendiri. Nanti dari packing itu mamanya melengkapi. Tapi mereka yang menyiapkan apa yang memang mereka butuhkan, ujar Baldys saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Kamis (11/4/2019).

5 Destinasi Liburan di Semarang yang Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga

Menurutnya, hal ini juga akan mengajarkan sikap tanggung jawab kepada anak. Mereka juga akan dibiasakan untuk mempelajari teknik mengemas barang yang efektif, sehingga tak akan canggung lagi jika suatu saat harus menjalani solo traveling.

Jadi nanti di jalan enggak ada ceritanya mereka protes, Ma aku kok enggak dibawain topi sih dan sebagainya. Jadi ngajari mereka mencatat barang barang apa aja yang memang mereka butuhkan dalam perjalanan. Sekarang mereka sudah mulai terbiasa dan bahkan membantu aku kalau bawa koper besar, paparnya.

Baldy melanjutkan, menyusun itinerary atau renana perjalanan juga merupakan hal yang penting. Menurutnya, perlu dilakukan diskusi bersama keluarga mengenai lokasi-lokasi mana saja yang ingin dikunjungi dan bagaimana akses menuju ke lokasi itu.

5 Fenomena Alam Paling Memukau di Dunia

Perbukitan Pelangi di Taman Nasional Zhangye, China.

Dunia ini memang penuh dengan berbagai fenomena alam yang unik. Beberapa di antaranya bahkan membuat orang terheran-heran akan bagaimana terbentuknya fenomena alam yang unik tersebut.

Tentu keunikan fenomena alam itu sangat layak untuk dikunjungi, meski sekali saja seumur hidup. Saat mengunjunginya, bersiaplah untuk terpukau dengan fenomena yang seakan mustahil terbentuk secara alami.

Berikut ini adalah 5 fenomena alam paling memukau di dunia pilihan The Telegraph.

Fenomena alam di Danau Baikal, Rusia dimulai dari fakta yang menyebutkan jika danau ini merupakan salah satu danau tertua dan terbesar di dunia. Danau Baikal memiliki panjang sekitar 640 kilometer dengan air yang jernih.

Danau Baikal pun unik karena juga dihuni oleh ratusan spesies yang tidak ditemukan di tempat lain. Fenomena alam menarik lainnya di danau ini bisa ditemukan ketika musim dingin, saat danau membeku.

Gelembung-gelembung yang membeku di bawah permukaan danau tampak begitu menakjubkan untuk dilihat. Fenomena gelembung ini muncul dari makhluk hidup di bawah danau dan terperangkap emisi metana.

Batuan di Taman Geologi Zhangte Danxia, Provinsi Ganshu, China ini memiliki panorama keindahan alam yang begitu memukau. Hal itu karena batuan di taman nasional ini berwarna-warni sehingga menyerupai pelangi.

Mungkin orang tak akan langsung percaya jika warna-warna ini muncul secara alami. Namun, ini merupakan fenomena alam hasil endapan batu, pasir, dan mineral yang tersimpan selama sekitar 24 juta tahun.

Hal itu membentuk efek kue lapis yang kemudian tertekuk oleh lempeng yang sama-sama membentuk Pergunungan Himalaya. Angin dan hujan yang menerpa kemudian semakin menyempurnakan bentang alam nan dramatis di sini.

Salah satu fenomena alam yang unik selanjutnya ada di Negara Turkmenistan. Lebih dikenal sebagai Gerbang Neraka, tempat ini sebenarnya bernama Kawah Darvaza. Hal itu karena kawah ini telah terbakar selama lebih dari 40 tahun.

Lubang ini pertama kali ditemukan tahun 1971 oleh ahli geologi Uni Soviet. Namun, tanah di bawah rig pengeboran runtuh dan meninggalkan lubang kawah selebar kurang-lebih 70 meter.

Mulai dari sinilah fenomena gerbang neraka dimulai. Karena penuh dengan gas alam yang berpotensi beracun, mereka memutuskan untuk membakarnya. Para ilmuwan berharap api akan padam sendiri selama beberapa hari, tetapi sampai sekarang api itu tetap membara.

Berada di lokasi bernama Racetrack Playa yang merupakan hamparan danau gurun di atas Death Valley, California, terdapat fenomena alam nan unik di sini. Fenomena itu adalah batu yang seakan bisa berjalan sendiri.

Batu itu meninggalkan jejak di belakangnya seolah mereka bisa berjalan sendiri. Namun setelah diteliti, ternyata batu-batu ini bergerak karena adanya lapisan air tipis yang membeku di atas danau. Lapisan es tipis itulah yang membuat batu bisa bergerak ketika tertiup angin.

Kesan pertama ketika berkunjung ke Pulau Socotra yang berada di Negara Yaman ini adalah seperti bukan di Bumi. Hal itu karena pulau ini memiliki fenomena alam yang unik, yakni adanya pohon yang dikenal sebagai Darah Naga.

Pohon ini memiliki getah yang berwarna merah seperti darah. Selain itu, bentuknya juga unik karena cabang-cabangnya yang membentuk seperti payung sebagai hasil evolusi tanaman ini untuk bertahan di kondisi gersang untuk mengurangi penguapan.

Wednesday, September 4, 2019

Daftar Tenda Murah di Indofest 2019

Pengunjung Indofest 2019 sedang melihat-lihat produk tenda yang berderet di area bazar.

Saat ini tren pendakian gunung semakin meningkat, khususnya di kalangan anak muda. Terlihat dari bazar Indofest 2019 yang resmi dibuka Kamis (7/3/2019), banjirnya pengunjung didominasi oleh kalangan muda yang getol memburu perlengkapan outdoor dengan harga miring.

Selain berkeliling sambil memanggul ransel anyar yang baru dibeli, tak jarang dari mereka yang menenteng tas berisi tenda. Di Indofest 2019 sendiri memang terdapat sejumlah tenda yang dijual di bawah harga normal.

Produk tenda The Great Outdoor menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Pasalnya, selain banting harga, tenda-tenda The Great Outdoor juga dibangun berderet di beberapa titik, sehingga bisa dipegang langsung oleh calon pembeli. Sementara itu, beberapa merek lain cuma menempatkan tenda di tumpukan barang.

Berikut KompasTravel menghimpun sejumlah produk tenda, baik lokal maupun mancanegara, yang dilego dengan harga miring di Indofest 2019:

  1. FERRINO Lightent 1, Rp 885 ribu
  2. FERRINO Atom 3, Rp 2,05 juta
  3. CO-TREK Montana, Rp 775 ribu minus diskon 30%
  4. CO-TREK Drake M-27, Rp 850 ribu minus diskon 30%
  5. FORESTER Voelker, Rp 995 ribu
  6. COLEMAN Sundome Tent 2P, Rp 1,3 juta
  7. THE GREAT OUTDOOR NSM 4.0, Rp 510 ribu*
  8. THE GREAT OUTDOOR Java 4 Pro, Rp 810 ribu*
  9. THE GREAT Monodome Pro, Rp 210 ribu*
  10. THE GREAT OUTDOOR Sawaj Trex/Sawaj Camel, Rp 1 juta**

*harga hari pertama; setiap hari bertambah Rp 10 ribu

**harga hari pertama; setiap hari bertambah Rp 50 ribu

8 Pusat Kuliner di Dunia dengan Bangunan Ciamik

Rotterdams Markthal food hall

Melancong ke negara lain rasanya tak lengkap bila tak mencoba berbagai kuliner khas.

Biasanya di setiap negara terdapat pusat kuliner yang bisa dikunjungi wisatawan atau bisa disebut food hall.

Tak hanya menghadirkan ragam kuliner khas tetapi juga biasanya bertempat di bangunan khusus. Tentunya dengan tempat yang lebih nyaman.

Nah berikut ini ada 8 pusat kuliner di dunia yang bisa Anda kunjungi.

1. Harrods, London, Inggris

Salah satu pusat kuliner megah bergaya Art Nouveau bisa Anda temukan di Harrods, London.

Anda bisa merasakan kemewahan bangunan mulai dari bangunan yang berkilau, lantai marmer, cermin di belakang toko hingga patung es pahatan tangan. Salah satu kuliner yang wajib Anda coba disana adalah oyster.

2. Grand Central Market, Los Angeles, Amerika

Sebuah pusat kuliner berusia 100 tahun ini biasa dikunjugi beragam pelanggan, termasuk wisatawan.

Bila Anda berkunjung pada waktu makan siang akan ada antrean panjang, terutama untuk tempat-tempat yang sedang hits di media sosial Instagram seperti rumah sandwich Eggslut.

Kuliner yang harus dicicipi adalah pupusa merupakan tortilla jagung dengan isi daging, keju, hingga kacang-kacangan. Bisa saja langsung datang ke gerai Saritas Pupuseria.

3. Time Out Market, Lisbon, Portugal

Di Lisbon Anda bisa datang ke Time Out Market. Anda akan melihat meja makan dilengkapi dengan 30-an kios di dalamnya.

Makanan yang bisa ditemukan di sana adalah hidangan Portugis klasik hingga sentuhan modern.

Diantaranya think squid ink croquettes, preserved sardines with vegetables, garlicky steamed clams dan charcoal-roasted chicken.

Nah yang wajib dicoba di sana adalah pasteis de nata merupakan kue tart telur khas Portugis.

4. Markthal, Rotterdam, Belanda

Tak hanya kuliner, Anda pasti terkesima dengan bangunan juga interiornya yang berbentuk tapal kuda menjulang.

Markthal telah menjadi salah satu atraksi kota terbesar, dibangun pada tahun 2014 di tepi Sungai Rotte.

Jangan terlarut dengan bangunannya, tetapi juga Anda harus mencoba beberapa hidangan khas Belanda. Seperti irisan appeltaart, kopi hitam, bitterballen, dan sepiring kibbeling.

4 Tips Penting untuk Wisatawan yang Ingin Berlibur ke Gunung Bromo

Panorama Gunung Bromo

Panorama wisata Gunung Bromo yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Malang kerap menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara meskipun gunung tersebut masih aktif bererupsi.

Saat pagi menjelang, Anda bisa menyaksikan matahari terbit di balik kekokohan gunung yang masih sering menyemburkan abu vulkanik itu. Menuju petang wisatawan juga akan disuguhkan panorama matahari tenggelam jika cuaca sedang cerah.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memutuskan berwisata di Gunung Bromo. Berikut tipsnya:

Seperti diketahui, Gunung Bromo merupakan gunung api aktif yang melemparkan abu vulkanik dan gas belerang ke udara.

Material gunung api ini dapat mengganggu kesehatan wisatawan yang berkunjung. Terlebih untuk wisatawan yang memiliki riwayat penyakit seperti asma dan gangguan pernapasan lainnya tentu sangat membahayakan.

Untuk itu, Anda yang ingin bertolak ke sini perlu menggunakan masker guna melindungi diri dari masalah kesehatan pernapasan.

Lindungi juga mata Anda dari abu vulkanik dengan kacamata hitam agar berwisata bisa tetap nyaman dan aman.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) biasanya menetapkan jarak radius aman orang yang berkunjung ke gunung api.

Informasi ini penting untuk pengunjung sebagai panduan berwisatawan ke gunung api.

Untuk kawasan Gunung Bromo, PVMBG saat ini mengimbau warga dan wisatawan untuk tidak mendekat satu kilometer dari pusat kawah Gunung Bromo. Di luar area tersebut, wisatawan dan warga bisa melakukan aktifitas normal.

Hendaknya aturan ini dipatuhi oleh wisatawan untuk kepentingan kesehatan dan keselamatan.

Tuesday, September 3, 2019

Tetap Kece saat Traveling, Jangan Lupa Bawa 5 Barang Ini

Traveler di gunung


- Ketika mengunjungi destinasi wisata tujuan, kegiatan yang paling digemari adalah berfoto di spot Instagramable. Apalagi jika tempat wisata itu menyuguhkan panorama alam menakjubkan, pasti langsung diserbu oleh wisatawan untuk berfoto ria.

Namun terkadang, selepas melakukan perjalanan jauh ke destinasi wisata tujuan, penampilan tak lagi apik seperti saat pertama kali berangkat. Kendala ini tentu membuat foto diri kurang maksimal, sehingga membuatmu berpikir dua kali untuk mengunggahnya di media sosial.

Agar tetap terlihat segar dan photogenic, berikut KompasTravel menghimpun 5 barang penting yang harus dibawa, baik laki-laki maupun perempuan. Jangan sampai luput ya!

Barang kecil yang kerap dianggap remeh ini sering luput dibawa wisatawan ketika berpergian. Selain dapat membuat penampilanmu lebih rapi dan segar, sisir juga sangat mudah digunakan sehingga tak ada alasan untuk tidak membawa sisir di dalam tas bawaanmu.

Kalau kamu berencana traveling ke tempat terbuka dengan polusi udara yang cukup banyak, pastikan tasmu memuat pembersih wajah. Dengan wajah bersih, penampilanmu tentu saja menjadi lebih baik, enak dipandang, bergaya, dan siap difoto!

Tapi, frekuensi penggunaan pembersih wajah juga perlu diperhatikan, jangan terlalu sering atau terlalu jarang. Karena, pembersih wajah merupakan bahan kimia yang juga memiliki dampak negatif di kulit jika penggunaannya tidak sesuai dengan kebutuhan.

Pantai merupakan tempat yang cukup panas, apalagi ketika matahari sedang terik. Karenanya, lumuri kulitmu dengan tabir surya ketika mengunjungi tempat bersuhu panas supaya tidak menghitam. Menggunakan tabir surya juga dapat melindungi kulit kamu dari sinar UVA dan UVB yang dapat menyebabkan kulit terbakar.

Kamu tentu tak ingin penampilan yang semula cerah, terganggu oleh bintik merah bekas gigitan serangga di kulitmu. Maka dari itu, jangan lupa membawa semprotan serangga agar nyamuk beserta kawan-kawannya tidak mengganggumu ketika ingin berfoto di tempat wisata tujuan.

Hand sanitizer merupakan komponen penting untuk menjaga kebersihanmu ketika traveling. Saat mengunjungi tempat tertentu, kamu tidak tahu kuman apa yang bersarang di tanganmu. Oleh karena itu, bawalah selalu hand sanitizer di dalam tasmu.

Wacana Pendakian Wajib Pakai Jasa Pemandu Tinggal Menunggu Waktu

Sekelompok pendaki tengah menikmati suasana petang di campsite Gajahan, Gunung Sumbing via Bowongso, Wonosobo, Jawa Tengah.

Beberapa tahun terakhir, dunia pendakian gunung di Tanah Air terus dilanda kabar duka. Berita mengenai kecelakaan hingga kematian para pendaki berbanding lurus dengan fakta bahwa kegiatan pendakian tergolong sebagai olahraga ekstrem.

Data Badan SAR Nasional (Basarnas) menunjukkan, angka kecelakaan di gunung terus melambung dari tahun ke tahun. Terakhir, tiga orang pendaki meninggal akibat hipotermia di Gunung Tampomas, Jawa Barat.

Boleh jadi, fakta mengenaskan ini diakibatkan minimnya pengetahuan maupun pengawasan terhadap wisata pendakian. Laiknya tren pada umumnya, tak sedikit kalangan muda yang ingin ikut dalam arus ini tanpa modal wawasan dan kepiawaian yang memadai.

Bahkan di kalangan organisasi pencinta alam pun ada yang meninggal saat diksar (pendidikan dasar), ujar Wisnu Wiryawan, Pengurus Pusat Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI).

Saat diwawancarai KompasTravel di gelaran Indofest 2019, Wisnu menyinggung soal perlunya standar kelayakan mendaki.

Siapa jadinya yang bisa mengukur standar ini? Maka harus ada ukurannya, bukan cuma merasa sudah bisa atau sudah cukup (pengalaman, red.). Kecuali bisa menunjukkan bukti, misalnya kartu anggota komunitas atau mahasiswa pencinta alam, baru ilmunya ada ukurannya, tambahnya.

Wisnu melanjutkan, salah satu hal yang dapat mengatasi hal ini ialah pemakaian jasa pemandu bersertifikat bagi para pendaki amatir, sebutan bagi para pendaki yang belum pernah memiliki satu pun sertifikat latihan dasar pendakian.

Nantinya, mereka yang hendak mendaki gunung-gunung di bawah pengawasan taman nasional diwajibkan menggunakan jasa pemandu. Hal ini rencananya akan ditetapkan sebagai standar nasional.

Mereka nantinya akan punya kewajiban menggunakan guide yang tersertifikasi setelah standar nasional ini ditetapkan. Jadi, ketika dia pengin naik gunung, tapi tidak punya tanda pelatihan, maka pihak taman nasional akan memberikan guide-nya.Karena itu artinya dia tidak punyaskill mountaineering. Kompetensi ini harus diukur. Bukti foto saja tidak cukup," kata Wisnu.

Pernyataan Wisnu ada benarnya. Dengan sejumlah pengalaman mendaki pun, belum tentu seorang pendaki memiliki kepiawaian yang cukup ketika dirinya dan kelompok berada dalam situasi darurat. Namun, niatan ini pun berpotensi menimbulkan suara miring dari kalangan pendaki.

Sebab, besar kemungkinan terdapat biaya tersendiri yang wajib dibayar untuk memakai jasa pemandu, walaupun sampai saat ini belum ada rumusan tetapnya. Belum tentu semua pendaki sepakat akan hal ini, walaupun kewajiban ini diklaim lebih dapat menjamin keselamatan mereka di alam bebas.

Mestinya terasa worth it, dong, karena dipandu orang yang sudah disertifikasi. Ketika guide bermasalah, pendaki secara legal bisa dan tahu ke mana harus mengadu," tegas Wisnu.

Nantinya, kebijakan ini akan berlaku di gunung-gunung yang berada di kawasan taman nasional alias berada dalam pengelolaan pemerintah saja. Di luar itu, kebijakan ini belum dapat diterapkan.

Sudah konsensus, tinggal penerapan. Tinggal menunggu waktu pemerintah, pungkas Wisnu.