Sunday, September 22, 2019

5 Fakta Seputar Sawahlunto yang Masuk Nominasi Situs Warisan Dunia

Wisatawan memasuki Lubang Mbah Suro yang merupakan salah satu peninggalan kegiatan tambang batubara di Sawahlunto, Sumatera Barat, Sabtu (30/5).

Kabar baik untuk masyarakat Indonesia. Karena, salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat, Sawahlunto menjadi salah satu di antara 44 nominasi destinasi untuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO 2019.

Hal ini diputuskan melalui musyawarah komite yang bertanggung jawab atas daftar nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO 2019 yang dilakukan selama 11 hari di Kota Baku, Azerbaijan. Saat ini telah ada 1.092 situs dari 167 negara yang telah masuk dalam daftar tersebut.

Tahun 2019 ini, ada tiga kategori yang berbeda dalam daftar nominasi tersebut. Kategori pertama adalah situs alam. Kategori kedua adalah situs budaya, dan yang ketiga ialah gabungan antara unsur budaya dan alam.

Menurut keterangan di situs web resmi UNESCO, Sawahlunto merupakan kota penambangan batubara tertua di Asia Tenggara. Namun nama Sawahlunto agaknya masih jarang terdengar, bahkan oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Berikut KompasTravel merangkum 5 fakta seputar Sawahlunto.

Berkeliling sejak pagi hingga siang hari, di bawah teriknya matahari musim kemarau terasa sejuk sebab Sawahlunto berada di antara pegunungan Bukit Barisan yang rimbun sehingga disebut juga Kota Kuali.

Kota Sawahlunto memiliki luas 273,45 kilometer persegi yang 26,5 persen kawasannya merupakan area perbukitan yang ditutupi hutan lindung. Seperti halnya daerah lain di Sumatera Barat, Sawahlunto memiliki iklim tropis dengan kisaran suhu minimum 22,5 derajat celcius.

Selain udaranya yang sejuk, di kota ini kamu dapat melihat indahnya danau yang terbentuk dari bekas galian tambang batubara.

Sawahlunto, dulu dikenal sebagai "Kota Arang" sebab menghasilkan batubara sumber energi. Hal ini juga ditandai dengan didirikannya patung orang rantai terpasang di kompleks Museum Tambang Lobang Mbah Soero yang merupakan tambang pertama Belanda di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Bukan hanya batubara, di kompleks museum ini kamu juga bisa melihat kereta api pengangkut batubara dari lubang ke tiga silo dengan kereta uap Mak Itam. Sejak 2009 kereta ini menjadi sarana para turis bernostalgia dengan kereta uap dari Sawahlunto-Padang.

Kini kereta dengan dua gerbongnya teronggok di gudang samping stasiun kereta api Sawahlunto.

Sawahlunto menyimpan sepotong kisah penjajahan Belanda. Sawahlunto menarik perhatian berkat temuan pada tahun 1868 oleh seorang insinyur pertambangan Belanda, Willem Hendrik de Greve, tentang adanya potensi besar kandungan batubara di Sungai Ombilin, salah satu sungai di Sawahlunto. De Greve meninggal terseret arus Sungai Ombilin, tetapi penelitian terus dilanjutkan.

Penggalian pertama dilakukan tahun 1890 oleh ribuan orang rantai atau sebutan untuk orang-orang terpidana yang terus-menerus dirantai kakinya dan kuli kontrakkeduanya berasal dari berbagai daerah. Produksi pertama tahun 1892 sebesar 40.000 ton dari lapangan Sungai Durian.

Saturday, September 21, 2019

5 Maskapai Penerbangan dengan Nama Unik

Ilustrasi maskapai Scoot. (Shutterstock)

- Maskapai penerbangan merupakan sebuah organisasi yang menyediakan jasa penerbangan untuk penumpang atau barang. Di Indonesia, maskapai penerbangan lokal hadir dengan beberapa nama seperti Citilink, Lion Air, Batik Air, dan lain sebagainya.

Namun di mancanegara, beberapa maskapai penerbangan hadir dengan nama unik, bahkan aneh. Berikut beberapa nama maskapai unik di dunia, seperti dihimpun KompasTravel dari Reader's Digest:

Maskapai ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2009 yang secara eksklusif mengangkut hewan peliharaan. Sayangnya, maskapai ini tidak bertahan lama karena program relokasi dan tempat penampungan yang buruk.

Tapi anehnya, laman resmi Pet Airways hingga kini masih beroperasi untuk mencari investor baru, sementara akun media sosial resminya juga kerap aktif dengan mengunggah foto terbaru.

Nama maskapai yang didirikan tahun 1993 dan 2006 ini merupakan inspirasi dari CEO masing-masing maskapai karena kebiasaan merokok 30 batang per hari. Uniknya, Smokers Express menawarkan tiket lotre dan rokok gratis untuk para pengguna jasa. Maskapai ini melayani sekitar 11 destinasi tujuan.

Menurut Cond Nast Traveller, maskapai ini menciptakan suasana "spiritual yang hangat", ditujukan untuk orang yang percaya kelahiran kembali atau renkarnasi. Di dalam pesawat, maskapai memutar film religius dan menyediakan Alkitab dan Torah di saku tempat duduk. Penumpang juga disuguhi minuman tanpa alkohol.

Dengan tujuan utama membawa tamu-tamu kaya ke Red Lion Hotel dan Casino di Elko, Nevada, Amerika Serikat, maskapai yang sekarang tidak beroperasi ini mengangkut para penjudi terkemuka.

Tarif pulang-pergi terendah Casion Express Airlines adalah 49 dolar. Dari 1989 hingga 2005, pesawat Boeing 737-200 tunggal dalam armadanya membawa total 40.000 penumpang.

Maskapai yang berdiri pada tahun 1980-an ini berlapis emas, menarik perhatian para selebritis seperti Ivana Trump, Madonna, dan Vokalis Guns N 'Roses Axl Rose sebelum bangkrut pada tahun 1995.

Dengan menjanjikan tidak lebih dari 33 penumpang pada setiap penerbangan kelas satu saja, MGM Grand Air mengenakan biaya lebih dari 2.800 dollar AS untuk satu putaran.

Semalam Tidur di Hotel Kapsul, seperti Ini Rasanya...

Whiz Capsule, Hotel Kapsul dari Intiwhiz Hospitality Management dibuka di Jakarta.

Saat mengunggah video pendek ke Instagram saya akan tidur di hotel kapsul, rata-rata teman bertanya, "seperti apa rasanya?"

Hotel kapsul di Indonesia terbilang baru. Sekitar dua tahun lalu hotel kapsul mulai diperkenalkan ke pasar Indonesia. Namun sebenarnya di luar negeri seperti Jepang hotel kapsul sudah menjadi alternatif pilihan akomodasi murah sejak 1979.

Mulai bermunculan operator hotel kapsul di Indonesia. Salah satunya adalah Intiwhiz Hotel Management. Setelah sukses membuka hotel kapsul di Trawas dan Bromo, Jawa Timur, kini giliran Jakarta.

Whiz Capsule beralamat di Jalan Teluk Betung Nomor 43, Jakarta Pusat dibuka, Kamis (5/4/2019). Lokasinya tepat di sebelah Mal Grand Indonesia. Dari Bundaran Hotel Indonesia, hotel kapsul ini dapat ditempuh selama 5 menit berjalan kaki.

"Mari kami ajarkan dulu cara mengoperasikan kapsulnya," kata staf Whiz Capsule memandu awak media.

Saat check-in tamu akan diberikan kartu yang dimanfaatkan sebagai kunci membuka pintu kapsul dan menyalakan daya listrik. Hanya perlu menempelkan kartu tersebut maka terbukalah kunci kapsul dan pintu tinggal digeser.

Selanjutnya di dalam kapsul terdapat berbagai tombol. Tampak futuristik, dengan pencahayaan dan ornamen plastik kapsul yang geometris. Saya malah berimajinasi sedang berada di kapsul penerbangan luar angkasa.

Sampai akhirnya sadar harus mempelajari tombol apa saja untuk kenyamanan tidur di kapsul. Tombol pertama yang harus diketahui adalah tombol membuka pintu untuk keluar. Jika pintu tidak terbuka, ada pilihan lain yakni dengan tombol manual di samping pintu.

Kemudian pengaturan kecepatan kipas dari pendingin (air conditioner) kapsul. Semakin kencang kipas maka semakin dingin suhu di kapsul. Tombol lain yang tak kalah penting adalah pengaturan cahaya.

Cahaya di kapsul dapat diatur untuk membaca, tidur, dan cahaya bagian atap. Warna lampu juga macam-macam, seperti hijau, biru, ungu, dan putih.

Di kapsul tersedia kasur, bantal, selimut, televisi, handuk, sikat gigi, sebotol air mineral, dan headset untuk mendengarkan suara dari televisi atau suara musik. Perlu diperhatikan kapsul tidak kedap suara, jadi jika menyetel televisi dengan suara terlalu kencang, tetangga kapsul lain akan mendengar.

Setiap tamu juga disediakan locker untuk menyimpan barang. Jika Anda tipe backpacker yang membawa ransel lebih dari 30 liter, agaknya harus menitip di resepsionis. Sebab locker yang disediakan tidak dapat menampung ransel yang terlalu tinggi dan besar.

Soal kamar mandi, yang digunakan adalah toilet dan ruang mandi bersama. Tenang, sebab kamar mandi dibedakan jender. Untuk kapsul, pihak Whiz Capsule menyebutkan akan mengalokasikan tamu perempuan dan laki-laki dalam ruang terpisah. Kecuali jika memang setiap kapsul penuh.

Tiba saatnya tidur. Dengan luas kapsul 130 cm x 200 cm, tinggi satu meter sebenarnya terbilang cukup untuk saya yang memiliki tinggi 160 cm. Namun saya pikir akan menantang untuk yang punya tinggi lebih dari 170 cm tidur di kapsul. Alternatifnya kosongkan kapsul dari segala barang bawaan yang membuat tempat jadi sempit.

Sebelum tidur saya mematikan seluruh lampu di kapsul atau bagi yang tidak suka gelap dapat mencoba lampu mode tidur dengan pencahayaan seadanya. Kemudian mengatur kecepatan kipas pendingin (AC) kapsul.

Akhirnya saya mencoba tidur, tetapi samar-samar tercium bau plastik baru. Kemudian saya maklum, karena saya orang pertama alias tamu yang untuk pertama kalinya menginap di kapsul tersebut.

Tidur saya terbilang nyenyak, mengingat saya juga sebenarnya mudah tertidur dan tidak memiliki ketakutan akan ruangan sempit. Tidak ada rasa sesak sama sekali, seperti yang ditakutkan banyak orang karena ventilasi udara sangat baik.

Alhasil ketika bangun di pagi hari saya juga terbangun dalam keadaan segar, seperti layaknya tidur di hotel pada umumnya. Waktu menunjukkan pukul 12.00 usai mandi dan waktunya untuk check-out. Waktu check-in jam kapsul pukul 14.00, layaknya hotel pada umumnya.

Harga menginap di hotel kapsul Rp 135.000 per malam. Untuk kenyamanan, per kapsul hanya diperbolehkan untuk satu orang, dengan maksimal boleh membawa anak berusia lima tahun ke bawah.

Perlu diketahui selain fasilitas yang disebutkan di atas, Whiz Capsule tidak menyediakan fasilitas seperti sarapan. Namun pihak hotel tidak melarang jika ingin membawa makanan dari luar dan bersantap di ruang yang telah disediakan.

Friday, September 20, 2019

Negara yang Paling Banyak Dicari Netizen Selama Satu Dekade Lewat Google

City Park Ice Rink, di Budapest.

Penelitian terbaru dari Compare The Market menganalisa data dari Google untuk mencari tahu destinasi wisata dunia yang paling populer. Penilaian dilakukan berdasarkan tingkat kunjungan selama satu dekade dari 2009-2019.

Hasil penelitian ini menyimpulkan beberapa kota di dunia mengalami peningkatan popularitas yang signifikan. Di posisi pertama ada ibu kota Hungaria yakni Budapest dengan peningkatan pencarian di Google mencapai 87,20 persen selama satu dekade.

Dalam laporan tersebut mengaitkan Budapest semakin populer lantaran ada banyak penerbangan langsung ke Bandara Internasional Ferenc Liszt, peran pemerintah setempat membangun wisata, dan fakta bahwa Budapest adalah salah satu kota paling murah untuk dikunjungi di Eropa.

Ibu kota lain di dunia yang mengalami peningkatan popularitas drastis selama satu dekade secara berurutan adalah Seoul (Korea Selatan) dengan persentase 70,48 persen, Kopenhagen (Denmark) dengan persentase 68,24 persen, Tel Aviv (Israel) dengan persentase 63,31 persen, dan Warsawa (Polandia) dengan persentase 63,08 persen.

Untuk negara dengan popularitas meningkat drastis selama satu dekade terakhir adalah Filipina dengan persentase pencarian di Google 170,45 persen.

Disusul oleh Korea Selatan dengan persentase 76,11 persen, Arab Saudi dengan persentase 56,41 persen, Kazakhstan dengan persentase 47,83 persen, dan Belanda dengan persentase 43,17 persen.

Negara dengan penurunan popularitas yang signifikan dalam laporan tersebut secara berurutan adalah Mesir dengan persentase -84,80 persen, Tunisia dengan persentase -71,20 persen, Turki dengan persentase -67,04 persen, Perancis dengan persentase -54,34 persen, dan Brasil dengan persentase -49,46 persen.

Penelitian ini juga menyimpulkan selama satu dekade belakangan, ternyata preferensi wisata orang-orang berubah. Banyak yang lebih mencari destinasi wisata tidak terkenal selama satu dekade lalu. Seperti negara negara di Asia Tenggara, India, dan Timur Tengah.

Berapa Budget Liburan ke Eropa?

Park Guell, Barcelona, Spanyol.

I received a lot of questions about budget. Berapa budget kamu untuk traveling di Eropa selama itu? Sebenarnya perihal budget itu perkara yang terlalu private dan confidential, and I dont feel comfortable sharing with people.

Budget kita sih sebenarnya cukup untuk traveling nyaman kalau liburannya cuma 2 minggu, seperti yang banyak dilakukan orang-orang kalau liburan ke Eropa.

But since I was greedy and want to see more places in Europe, makanya budget kita strecth sampai 36 hari yang menjadikan kita termasuk budget traveler.

Considering you guys seem interested to visit Europe just like we just did, I am going to try to help you making budget plan and manage it.

Karena trip kali ini saya gak langsung balik ke Indonesia setelah selesai Europe trip, melainkan lanjut ke Amerika, maka saya gak beli tiket PP. Rinciannya adalah sebagai berikut:

Tiket pesawat Jakarta Athena Rp 4.717.000 (Scoot)
Tiket pesawat Madrid Chicago Rp 3.891.500 (Norwegian Air)

Sementara itu, budget di luar pesawat dibagi dalam 4 kategori utama

Budget kita per malam adalah sekitar 10-20 Euro. Selama Europe trip, saya dan Kyle seringnya nginap di hostel dan AirBnB. Kapan ke hostel kapan pakai AirBnb sih tergantung cocok sama hostel dan AirBnB yang ada di kota yang kita datengin, plus cocok sama harganya juga.

Untuk nyari hostel, biasanya saya pakai app hostelworld. So far sih pengalaman nginep di hostel selama trip ini selalu positif.

Hostel terfavorit saya selama trip ini adalah di Barcelona, Sant Jordi Sagrada Familia yang kamarnya bersih banget, common room-nya ramai dan nyaman, ada breakfast, plus ngadain beberapa acara seru macam halloween party yang bikin kita gak bete seharian di dalam hostel karena hujan mulu selama kita di Barcelona akhir Oktober lalu.

Sementara itu, AirBnb cocok dijadikan pilihan kalau mau istirahat di kamar yang lebih private tapi dengan harga terjangkau karena harganya per kamar, bukan per orang.

So far, experience saya pakai AirBnb 90 persen positif. Di Athena, kamar yang kita sewa nyaman banget dan lokasinya di tengah kota.

Di Salzburg, Austria, rumah AirBnb-nya berada di pedesaan Austria yang alamnya keren habis. Jadi kalau buka jendela langsung menghadap pegunungan dan padang rumput Austria lengkap ama sapi-sapinya.

Pesona Indonesia 2019 di Oecusse Timor Leste Berlangsung Meriah

Kemeriahan Pesona Indonesia 2019 di Oecussi, Timor Leste, Sabtu (30/3/2019).

Hari Sabtu di Oecusse (baca: Okusi), Timor Leste tidak biasanya ramai. Namun pada hari Sabtu (30/3/2019) sedikit berbeda.

Ada apa? Ternyata di komplek Gereja Numbei, Oecusse, ada kegiatan pameran dagang, seni, dan budaya bertajuk Pesona Indonesia 2019 yang merupakan inisiatif KBRI Dili bekerja sama dengan Otoritas Wilayah Ekonomi Khusus Oecusse, Timor-Leste, serta Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara dimulai pukul 13.00 hingga 21.00 yang dipadati oleh lebih dari 10.000 orang. Acara dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Timor-Leste, Sahat Sitorus, bersama dengan Wakil Presiden Wilayah Ekonomi Khusus Oecusse, Arsenio Bano.

Turut hadir pada acara tersebut adalah Bupati Belu, Willybrodus Lay, dan perwakilan dari Kabupaten Timor-Tengah Utara.

Dalam sambutannya, Duta Besar Indonesia untuk Timor-Leste mengatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan pameran semacam ini diyakini akan dapat meningkatkan angka perdagangan serta angka saling kunjung warga kedua negara.

Hingga kini tercatat nilai perdagangan kedua negara mencapai 193,3 juta dollar AS di tahun 2018.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, tercatat kunjungan wisatawan dari Timor Leste ke Indonesia di tahun 2018 mencapai 1.762.120 orang, yang menduduki peringkat ketiga setelah China dan Malaysia.

Kegiatan ini adalah sebagai bentuk komitmen untuk memelihara dan meningkatkan hubungan persahabatan, persaudaraan, dan kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Timor-Leste, khususnya bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Stand pameran pada acara Pesona Indonesia 2019, dimeriahkan oleh pameran produk karya seni dan budaya, baik dari Indonesia maupun Timor-Leste.

Dari Indonesia, belasan stand diisi oleh BUMN dan BUMS Indonesia yang beroperasi di Timor-Leste, antara lain Telkomcel, Bank Mandiri, Bank BRI, Pertamina, Hutama Karya, Wijaya Karya, Waskita Karya, Bintang Indonesia, Sriwijaya Air, peternakan ayam Charoen Phokphan, Indofood, Sylvia, dan kalangan pengusaha.

Dari Oecusse, dipamerkan berbagai macam produk kerajinan, seni, dan kuliner yang merupakan binaan Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian Oecusse.

Kabupaten Belu dan TTU juga memeriahkan stand dengan menghadirkan UKM yang memamerkan tenunan khas NTT, serta pameran dari lembaga-lembaga pendidikan di Atambua dan Kefamenanu.

Tidak hanya stand pameran yang mengundang masyarakat di Oecusse untuk berkumpul di komplek Gereja Numbei.

Puluhan penari dan musisi hadir untuk memeriahkan acara, termasuk tari-tarian dari sanggar tari di Belu dan Kefamenanu, tarian dari mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, dan juga tarian dari kelompok Dharma Wanita Persatuan KBRI Dili.

Masyarakat Oecusse menunjukkan antusiasme yang tinggi di mana sekitar 300 pemuda dan pemudi dari berbagai sekolah, paroki, kesusteran, dan sanggar di Oecusse tampil menunjukkan kebolehan mereka dalam berkesenian, antara lain menampilkan tari-tarian tradisional dan modern, dansa, drama, pembacaan puisi, dan penampilan band musik.

Doorprize diberikan untuk pengunjung yang beruntung dari para sponsor. Puncak acara adalah ketika bintang tamu dari Timor-Leste, Gerson Oliveira berkolaborasi dengan bintang tamu dari Indonesia, Style Voice.

Oecusse, sebagai satu-satunya distrik di Timor-Leste yang berstatus otonom, dipilih sebagai lokasi kegiatan Pesona Indonesia 2019, karena posisinya yang strategis, berbatasan langsung dengan Propinsi NTT.

Melihat keindahan alam Oecusse dan meriahnya event yang telah diselenggarakan, menunjukkan besarnya potensi Oecusse untuk dikembangkan dan menjadi tempat alternatif pariwisata dan investasi bagi masyarakat Indonesia, utamanya yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

[WAWANCARA KHUSUS] Menpar: Ring of Fire Indah tapi Ada Risiko...

Pengungsi mengambil air wudhu sebelum menunaikan salat Maghrib di tempat penampungan pengungsi korban gempa bumi di Desa Karang Subagan, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Total Sebanyak 156.003 jiwa korban gempa bumi mengungsi dan diperkirakan akan terus bertambah.

Berada di lingkaran Cincin Api serta diapit dua samudera, Indonesia bagai dianugerahi kekayaan alam yang istimewa. Jajaran gunung dan bentangan garis pantai menjadi lanskap utama negeri ini. Namun, selain memesona, kekayaan alam ini juga menyimpan momok yang sewaktu-waktu mampu mengancam.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui bila faktor alam merupakan salah satu tumpuan utama pariwisata Indonesia.

Saya sadar betul bahwa risiko bencana alam Indonesia itu besar. Jadi, plus-minusnya juga kita dapat. Ring of Fire memang indah, tapi ada risiko, ujar Arief dalam wawancara khusus KompasTravel di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Tahun 2018 menjadi periode yang ia soroti. Memang, tahun lalu pariwisata Indonesia beberapa kali dihantam bencana alam bertubi-tubi yang diklaim menjadi biang kerok tidak tercapainya target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman).

Menurut pendapat Arief, peristiwa bencana alam hampir pasti berdampak langsung terhadap kunjungan wisman. Fenomena ini dapat dikenali dengan mudah melalui angka pembatalan pesanan hotel.

Ketika ada bencana besar, besoknya terjadi cancellation yang tinggi, katanya. Ia memberi contoh gempa kedua di Lombok (5/8/2018).

Cek (angka pembatalan pesanan hotel-Red) tanggal 6. Berapakah turunnya? 65 persen, tambahnya mengutip statistik dari situs Amadeus.com.

Pada kesempatan yang sama, Menpar pun mengakui bila masih terdapat sejumlah kendala terkait mitigasi bencana di destinasi-destinasi wisata.

Bahwa di beberapa daerah belum ada instalasi, itu kekurangan kita yang harus diakui, ucap pria 57 tahun ini.

Untuk memitigasi dampak buruk bencana alam, Arief menyebut bahwa Kemenpar akan terus meningkatkan koordinasi dengan BNPB maupun BMKG. Di samping itu, pihak Kemenpar telah membentuk tim crisis center (TCC) guna menanggulangi dampak bencana di destinasi-destinasi wisata.

Arief mengatakan, tim ini akan disiagakan dan bergerak secepat mungkin merespons bencana alam, melalui prosedur operasional yang telah ditetapkan.

Kita ada TCC, begitu ada kejadian kita langsung bergerak. Ada tahap tanggap, pemulihan, tahap normalisasi. Itu yang bisa kita lakukan. Bencana bisa terjadi dan kita bisa membuat tenang wisatawan, pungkasnya.